Mengenal Ragam Dialek Bahasa Jawa di Provinsi Jateng
SURAKARTA, LELEMUKU.COM – Bahasa Jawa yang dituturkan masyarakat Jawa Tengah memiliki beragam dialek yang mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah panjang peradaban di provinsi ini.
Secara umum, dialek Bahasa Jawa di Jawa Tengah terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni kulonan di bagian barat dan timuran di bagian timur. Dialek kulonan meliputi Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal yang pengucapannya cukup berbeda dengan wilayah timur.
Sementara dialek timuran meliputi Dialek Mataram atau Solo-Jogja, Dialek Semarang, dan Dialek Blora. Dialek Mataram yang dituturkan di Surakarta, Klaten, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Sukoharjo, dan Karanganyar dianggap sebagai bahasa Jawa paling halus.
Kepala Badan Pusat Statistik Jakarta Barat, Muhammad Noval, menyatakan bahwa bahasa daerah adalah kekayaan yang harus dijaga melalui literasi dan pendidikan.
"Literasi bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kemampuan memahami budaya termasuk bahasa daerah," ujarnya.
Selain Bahasa Jawa, sebagian masyarakat di perbatasan dengan Jawa Barat menggunakan Bahasa Sunda, terutama di Brebes bagian selatan dan Cilacap bagian utara serta barat. Di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, komunitas Sunda masih menuturkan bahasa leluhur mereka.
Pendidikan bahasa daerah di Jawa Tengah mengajarkan Bahasa Jawa Baku dialek Surakarta-Yogyakarta sesuai SK Gubernur Nomor 895.5/01/2005, meskipun beberapa kabupaten menginginkan pengajaran dialek lokal masing-masing agar tidak punah. (Kie)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.